Membentur Privasi, Zona Nyaman yang Kini Rawan



Kenapa perlu mengkritisi pentingnya privasi ? Karena masih ada beberapa dari kita yang menyepelekan atau mungkin belum paham betapa pentingnya hal ini. Saya bakal jelasin arti privasi dulu menurut wikipedia supaya tidak ada misscomunicate di antara kita. Menurut Wikipedia, kerahasiaan pribadi (bahasa inggris : privacy) adalah kemampuan satu atau kelompok individu untuk menutup atau melindungi kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia privasi adalah kebebeasan; keleluasaan pribadi.
Jadi saya ambil kesimpulan bahwa privasi adalah kebebasan kita (kelompok maupun individu) untuk melindungi kehidupan dan urusan pribadinya dari publik. Jadi udah jelas dong maksudnya. Ya kita boleh banget buat melindungi hal yang menurut kita bersifat pribadi dari publik, dan hal yang bersifat pribadi ini sangat subjektif. Misalnya, beberapa orang ada yang biasa aja dengan mengumbar hubungan mereka dengan lawan jenis di media sosial tetapi beberapa orang lainnya memilih untuk tidak membagikannya di media sosial dan menjaganya agar lebih personal. Orang-orang yang memilih untuk tidak membagikan moment bersama pasangannya bukan berarti mereka tidak bahagia atau tidak saling menyayangi, namun ini masalah prinsip dan cara hidup. Mungkin mereka memilih seperti itu agar hubungan mereka bukan menjadi konsumsi orang lain atau publik tetapi menjadi lebih personal. Beberapa orang yang sering membagikan moment mereka dengan pasangan juga bukan berarti ingin pamer kemesraan, bisa jadi karena itu merupakan bentuk ungkapan perasaan mereka kepada pasangannya melalui media sosial. Sekali lagi ini tentang prinsip hidup. Setiap individu memiliki prinsip dan cara hidup yang berbeda.
            Jangan pernah memukul rata semua jenis orang di dunia ini. Karena jelas berbeda. Anak kembar saja yang dikatakan serupa tapi tetap tak sama. Saya bisa hidup dengan prinsip dan cara hidup seperti saya jalani. Tetapi kamu dan orang lain belum tentu seperti saya. Tidak seperti saya bukan berarti salah. Tidak seperti kamu bukan berarti salah. Tidak seperti kita bukan berarti salah. Jika seperti itu, tentu kita juga salah di mata semua orang, karena prinsip dan cara hidup kita berbeda dengan mereka. Dan banyak hal di dunia ini yang bersifat relatif.
            Privasi untuk semua orang jelas penting. Tapi kadarnya berbeda-beda. Saya mungkin bisa dibilang adalah pribadi yang sangat menjunjung tinggi privasi. Kenapa ? Karena tidak semua hal perlu orang lain ketahui. Ada beberapa hal yang memang bisa menjadi kosumsi publik tetapi hal lainnya disimpan hanya untuk orang terdekat atau bahkan hanya saya pribadi.
            To be honest, disini saya bukan ingin memberikan komentar terhadap beberapa orang yang meluapkan kasih sayang terhadap pasangannya di sosmed. Bukan. Saya disini akan membahas pentingnya menghargai privasi orang lain. Karena kita tidak bisa seenak jidat masuk ke dunia orang.
            Alasan saya menulis ini karena beberapa bulan lalu saya mengalami hal tidak menyenangkan terkait privasi. Privasi saya ditabrak, diterobos begitu saja dan itu dilakukan di depan mata saya. Come on dude! Etikanya dimana sih ? Udah lama menjalani kehidupan di bumi loh, masih aja kek bocah baru lahir yang ga ngerti beretika. Smh.
            Tuh kan, jadi ngegas. Back to topic, tidak semua orang senang diperlakukan demikian. Apalagi dilakukan oleh yang hanya sebatas teman yang kenal sekadarnya. Bahkan sahabat saya pun sangat menghargai privasi saya. Mereka paham dengan saya tidak membagikannya memang disitu batasan mereka. Di dalam kehidupan, setiap manusia menciptakan zona-zona berbeda dalam hubungan sosial. Setiap individu menciptakan batasan-batasan dalam hubungan mereka dengan individu atau pun kelompok lain. Dan privasi itu terletak dalam sebuah zona, yaitu zona pribadi. Zona pribadi diciptakan setiap manusia untuk meletakkan hal-hal yang bersifat pribadi bahkan sangat pribadi. Pada zona ini, setiap individu ingin merasa bebas untuk mengeksploitasi dirinya, tentu saja tanpa adanya distraksi dari pihak-pihak luar. Tempat paling nyaman untuk mengekspresikan diri yang sebenarnya. Lantas jika zona pribadi ini ditabrak begitu saja, harus pergi ke tempat mana lagi kita agar merasakan kenyamanan berekspresi menjadi kita yang sebenarnya ?
            Intinya, setiap orang memiliki batasan privasi yang berbeda. Tidak bisa dipukul rata begitu saja. Hargai privasi orang lain. Toh, kita pun tidak nyaman jika privasinya didobrak begitu saja. Jika, privasi bisa didobrak begitu saja lantas apa gunanya kita memberikan batasan dalam membagikan hal-hal tertentu kepada publik ? Apa fungsinya ? Bukankah hal itu dilakukan lantaran ingin menjaga beberapa hal agar tetap bersifat personal ?
            Privasi adalah kunci utama kebebasan. Bayangkan jika ada seseorang yang bertanya hal yang sifatnya pribadi untuk kita. Atau bahkan tiba-tiba cek chat pribadi kita tanpa sepengatuhan apalagi ijin. Bukankah akan merasa risih ? Orang bilang, ‘jika tidak ada yang disembunyikan lantas kenapa harus merasa tidak nyaman ?’. Padahal ada atau pun tidak hal yang kita sembunyikan, kita tetap memiliki hak untuk tidak menjawab pertanyaan seseorang. Lagipula, apakah mengajukan pertanyaan dan bersikap demikian itu sopan ? Dengan menerima pertanyaan dan perlakukan yang tidak kita inginkan mengenai privasi, secara tidak sadar akan merasa diawasi orang lain dan tentunya timbul ketidaknyamanan. Setiap individu memiliki ruang personal yang memberikan jarak terhadap orang lain.
            Pelanggaran privasi sangat banyak terjadi. Pelanggaran privasi ini sangat berpengaruh bagi psikologis seseorang. Pelanggaran privasi memang belum menjadi suatu tindakan kriminal. Tapi, sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk menyadari efek dari pelanggaran privasi yang terkadang dilakukan tanpa sengaja, seringnya sih ya dilakukan dengan penuh kesadaran. Terdobraknya privasi membuat seseorang merasa terhakimi, terkekang karena ruang pribadinya telah dimasuki begitu saja. Akibat yang akan berimbas pada hubungan antar sesama yaitu hilangnya rasa kepercayaan terhadap orang lain. Seseorang yang pernah menjadi korban pelanggaran privasi sangat mungkin menjadi sulit percaya dengan orang lain. Dan ini akan sedikit mengganggunya dalam berhubungan dengan manusia. Pelanggaran privasi menjadi trauma tersendiri bagi si korban untuk menjalin hubungan dengan orang baru dan orang lain. Ia akan merasa kehilangan kebebasan, baik berpendapat maupun berekspresi. Dapat dikatakan bahwa kehilangan kebebasan sama dengan kehilangan hak untuk hidup.
            Jadi karena privasi itu sangat penting, kita harus belajar menghargai dan menghormati orang lain. Hal ini penting guna menjaga keharmonisan serta kerukunan hubungan antar manusia. Ingat, kita itu manusia. Manusia adalah makhluk sosial, pasti membutuhkan orang lain. Kita harus berusaha menjaga hubungan baik antar sesama. Bagaimana jadinya jika kita membutuhkan bantuan orang lain tetapi memiliki hubungan kurang baik dengan sesama ? Akan sulit tentunya. Karena kita akan saling membutuhkan, maka hargai dan hormatilah orang lain beserta privasi mereka. Toh, kita tidak memiliki hak untuk mengetahui privasi orang lain. Yang kita miliki dan wajib diingat adalah kewajiban kita untuk menghargai serta menghormati orang lain. Tentunya, jaga privasi diri sendiri sebaik mungkin juga ya.

Komentar