Topik pertama yang saya ambil cukup
sensitif bagi sebagian teman-teman yang berada pada ruang lingkup usia 20-an.
Lalu kenapa saya tetap membahas topik ini ? Jawaban saya singkat. Jengah. Ya,
jengah dengan mereka yang selalu berkata ingin menikah. Tak ada salahnya dengan
menikah. Sama sekali tak ada salahnya. Justru bagus. Karena menikah adalah
ibadah. Dan perlu saya tekankan, saya tak masalah dengan yang menikah muda,
karena itu adalah waktu yang telah ditentukan oleh Allah. Disini saya bukan
akan membahas tentang menikah muda loh ya inget. Lantas apa masalahnya ? Saya
jengah dengan mereka yang selalu berkata ingin segera menikah tapi belum
memiliki bekal yang cukup, entah itu mental, ilmu, maupun finansiil. Dan lagi
yang saya lihat, bukannya sibuk mempersiapkan dan memantaskan diri, justru sibuk
mengeluh. Miris bukan ? Lalu saya ingin
bertanya, anda menikah untuk apa ? Hanya supaya bisa kesana-kesini selalu
bersama ? Karena omongan orang ? Atau karena ibadah ?
Jika menikah hanya untuk bisa kesana
kesini selalu bersama, rasanya kurang tepat. Banyak yang harus LDR pasca
pernikahan. Dan itu tidak sedikit. Lebih baik ubah cara pandangnya. Kita
realistis saja.
Apabila latar belakangnya adalah
omongan orang, itu SANGAT TIDAK TEPAT. Tuh saya caps lock sekalian. Katakanlah menuruti apa kata orang, tapi ingat
habis menikah terbitlah pertanyaan “kapan punya anak ?”. Konon sih pertanyaan
ini jauh lebih menyakitkan daripada pertanyaan “kapan menikah ?”. Kalau ditanya
“kapan menikah ?” saja jengah, tidak kuat apalagi ditanya “kapan punya anak ?”.
Yakin mentalnya sudah cukup kuat ?
Jika karena menikah adalah ibadah.
Niatnya sudah SANGAT BENAR. Tapi gini, ibadah masa mau setengah-setengah. Lebih
baik sambil menunggu waktunya tiba kita melakukan persiapan dan memantaskan
diri. Bukan hanya mengeluh ingin menikah.
Teruntuk yang selalu berkata ingin
segera menikah, saya hanya ingin bertanya apakah sudah merasa pantas ? Apakah
sudah siap melihat muka pasangan setiap hari dan itu-itu saja ? Apakah sudah
siap mengahadapi sikap buruk pasangan dalam kehidupan nyata ? Apakah sudah siap
bekerja sama mengarungi kehidupan dan bahtera rumah tangga ? Apakah sudah siap
merasakan berjuang saat masa kehamilan ? Apakah sudah siap menjadi Ibu dan Ayah
? Apakah sudah cukup bekal ilmu untuk menjawab pertanyaan si buah kecil yang
sederhana namun rumit ? Apakah siap untuk tidak saling melempar pertanyaan sang
anak diantara kalian orang tuanya karena sama-sama tidak bisa menjawab ? Apakah
sudah siap menjadi pesantren bagi anak ? Apakah sudah siap mendidik anak dengan
sebenarnya bukan sekenanya ? Apakah mental anda sudah siap untuk menjadi
pasangan yang selayaknya dan juga orang tua yang sesungguhnya ? Jika jawabannya
sudah banyak YA maka Alhamdulillah, tapi jika jawabannya lebih banyak TIDAK
atau RAGU menjawabnya lebih baik kita perbaiki dan pantaskan diri.
Saya bukannya ingin menghalangi yang
ingin menikah muda. Menikah muda bagus kok, tapi bahasanya mungkin bukan
menikah muda ya karena menikah itu kan ibadah, kalau ibadah ya tidak ada yang
namanya muda atau tua. Intinya menikah pada waktunya saat usia relatif muda.
Itu bagus kok, menghindari zina juga kan. Jika merasa telah tiba waktu yang
ditentukan oleh Allah dan telah merasa BENERAN SIAP, ya monggo aku mendukung.
Saya
menulis ini supaya yang selalu mengeluh perihal jodoh mengalihkan waktu mengeluh
menjadi waktu untuk memperbaiki dan memantaskan diri. Dan juga untuk diri saya
sendiri dan teman-teman pembaca blog saya tentunya, supaya kita senantiasa
sibuk memantaskan diri sehingga kelak saat dipertemukan dengan sosok yang Allah
tetapkan sudah BENERAN SIAP. Waktu sudah ada yang menentukan. Sudah ada
ketetapan-Nya. Hanya tinggal menunggu dan mari memantaskan diri. Ingin jodoh
yang LUAR BIASA kan ? Ya makanya pantaskan diri. Karena jodoh itu cerminan diri
kita. Saya pribadi sih ingin jodoh yang LUAR BIASA, makanya saya selalu
berusaha memantaskan diri dengan mulai mengurangi sedikit demi sedikit
kebiasaan buruk saya.
Saya
disini sama sekali tidak mengeneralisir kalangan usia 20-an, tapi yang suka
mengeluh terus tentang jodoh yang sudah ditetapkan tapi tidak kunjung
memantaskan. Saya melihatnya seperti itu. Karena saya adalah manusia yang
memiliki banyak keterbatasan, saya bukanlah Allah Yang Maha Mengetahui. Saya
bukan ingin seakan tahu segalanya juga, tapi jadikan ini pengingat, motivasi
bagi aku, kamu, kita, kalian. Teman-teman pembaca blog saya pasti orang yang
bijak, pasti paham maksud saya menulis ini. Ya untuk reminder. Saya hanya ingin
generasi bangsa kita dididik dengan matang oleh orang tua yang telah BENERAN
SIAP, saya tak ingin generasi bangsa ini dididik dengan setengah matang.
Tanggung. Yang setengah matang bagus ? Itu telur, calon anak kita itu manusia.
Jangan sampai menelan pil pahit penyesalan di akhir karena ternyata kurangnya
persiapan.
Sebagai
penutup MY POINT OF VIEW kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk
memantaskan diri untuk jodoh kita. Buat dia senang dan bangga dengan kita kelak
saat telah saling dipertemukan pada waktu yang tepat. Kurangin mengeluh, yuk
pantaskan diri!

Komentar
Posting Komentar