MY POINT OF VIEW : #1 NIKAH ?




            Topik pertama yang saya ambil cukup sensitif bagi sebagian teman-teman yang berada pada ruang lingkup usia 20-an. Lalu kenapa saya tetap membahas topik ini ? Jawaban saya singkat. Jengah. Ya, jengah dengan mereka yang selalu berkata ingin menikah. Tak ada salahnya dengan menikah. Sama sekali tak ada salahnya. Justru bagus. Karena menikah adalah ibadah. Dan perlu saya tekankan, saya tak masalah dengan yang menikah muda, karena itu adalah waktu yang telah ditentukan oleh Allah. Disini saya bukan akan membahas tentang menikah muda loh ya inget. Lantas apa masalahnya ? Saya jengah dengan mereka yang selalu berkata ingin segera menikah tapi belum memiliki bekal yang cukup, entah itu mental, ilmu, maupun finansiil. Dan lagi yang saya lihat, bukannya sibuk mempersiapkan dan memantaskan diri, justru sibuk mengeluh.  Miris bukan ? Lalu saya ingin bertanya, anda menikah untuk apa ? Hanya supaya bisa kesana-kesini selalu bersama ? Karena omongan orang ? Atau karena ibadah ?

            Jika menikah hanya untuk bisa kesana kesini selalu bersama, rasanya kurang tepat. Banyak yang harus LDR pasca pernikahan. Dan itu tidak sedikit. Lebih baik ubah cara pandangnya. Kita realistis saja.

            Apabila latar belakangnya adalah omongan orang, itu SANGAT TIDAK TEPAT. Tuh saya caps lock sekalian. Katakanlah menuruti apa kata orang, tapi ingat habis menikah terbitlah pertanyaan “kapan punya anak ?”. Konon sih pertanyaan ini jauh lebih menyakitkan daripada pertanyaan “kapan menikah ?”. Kalau ditanya “kapan menikah ?” saja jengah, tidak kuat apalagi ditanya “kapan punya anak ?”. Yakin mentalnya sudah cukup kuat ?

            Jika karena menikah adalah ibadah. Niatnya sudah SANGAT BENAR. Tapi gini, ibadah masa mau setengah-setengah. Lebih baik sambil menunggu waktunya tiba kita melakukan persiapan dan memantaskan diri. Bukan hanya mengeluh ingin menikah.

            Teruntuk yang selalu berkata ingin segera menikah, saya hanya ingin bertanya apakah sudah merasa pantas ? Apakah sudah siap melihat muka pasangan setiap hari dan itu-itu saja ? Apakah sudah siap mengahadapi sikap buruk pasangan dalam kehidupan nyata ? Apakah sudah siap bekerja sama mengarungi kehidupan dan bahtera rumah tangga ? Apakah sudah siap merasakan berjuang saat masa kehamilan ? Apakah sudah siap menjadi Ibu dan Ayah ? Apakah sudah cukup bekal ilmu untuk menjawab pertanyaan si buah kecil yang sederhana namun rumit ? Apakah siap untuk tidak saling melempar pertanyaan sang anak diantara kalian orang tuanya karena sama-sama tidak bisa menjawab ? Apakah sudah siap menjadi pesantren bagi anak ? Apakah sudah siap mendidik anak dengan sebenarnya bukan sekenanya ? Apakah mental anda sudah siap untuk menjadi pasangan yang selayaknya dan juga orang tua yang sesungguhnya ? Jika jawabannya sudah banyak YA maka Alhamdulillah, tapi jika jawabannya lebih banyak TIDAK atau RAGU menjawabnya lebih baik kita perbaiki dan pantaskan diri.

            Saya bukannya ingin menghalangi yang ingin menikah muda. Menikah muda bagus kok, tapi bahasanya mungkin bukan menikah muda ya karena menikah itu kan ibadah, kalau ibadah ya tidak ada yang namanya muda atau tua. Intinya menikah pada waktunya saat usia relatif muda. Itu bagus kok, menghindari zina juga kan. Jika merasa telah tiba waktu yang ditentukan oleh Allah dan telah merasa BENERAN SIAP, ya monggo aku mendukung.

Saya menulis ini supaya yang selalu mengeluh perihal jodoh mengalihkan waktu mengeluh menjadi waktu untuk memperbaiki dan memantaskan diri. Dan juga untuk diri saya sendiri dan teman-teman pembaca blog saya tentunya, supaya kita senantiasa sibuk memantaskan diri sehingga kelak saat dipertemukan dengan sosok yang Allah tetapkan sudah BENERAN SIAP. Waktu sudah ada yang menentukan. Sudah ada ketetapan-Nya. Hanya tinggal menunggu dan mari memantaskan diri. Ingin jodoh yang LUAR BIASA kan ? Ya makanya pantaskan diri. Karena jodoh itu cerminan diri kita. Saya pribadi sih ingin jodoh yang LUAR BIASA, makanya saya selalu berusaha memantaskan diri dengan mulai mengurangi sedikit demi sedikit kebiasaan buruk saya.

Saya disini sama sekali tidak mengeneralisir kalangan usia 20-an, tapi yang suka mengeluh terus tentang jodoh yang sudah ditetapkan tapi tidak kunjung memantaskan. Saya melihatnya seperti itu. Karena saya adalah manusia yang memiliki banyak keterbatasan, saya bukanlah Allah Yang Maha Mengetahui. Saya bukan ingin seakan tahu segalanya juga, tapi jadikan ini pengingat, motivasi bagi aku, kamu, kita, kalian. Teman-teman pembaca blog saya pasti orang yang bijak, pasti paham maksud saya menulis ini. Ya untuk reminder. Saya hanya ingin generasi bangsa kita dididik dengan matang oleh orang tua yang telah BENERAN SIAP, saya tak ingin generasi bangsa ini dididik dengan setengah matang. Tanggung. Yang setengah matang bagus ? Itu telur, calon anak kita itu manusia. Jangan sampai menelan pil pahit penyesalan di akhir karena ternyata kurangnya persiapan.

Sebagai penutup MY POINT OF VIEW kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk memantaskan diri untuk jodoh kita. Buat dia senang dan bangga dengan kita kelak saat telah saling dipertemukan pada waktu yang tepat. Kurangin mengeluh, yuk pantaskan diri!

Komentar