Yasisca Shidqin
Ayah, kini aku terpaksa
hidup di kota orang
Aku terpaksa didewasakan
oleh hiruk pikuk perkotaan
Mengenyam pendidikan
tinggi memang hasratku
Tapi enggan berjarak
denganmu
Aku sama sekali tak
ingin,
Bahkan terbersit di benakku
saja tidak.
Ayah, aku tak sanggup
terpisah ruang
Aku tak sudi
Tapi aku kasip
menyadarinya,
Aku kasip menyadari bahwa
kebersamaan kita amat berarti
Aku kasip menyadari bahwa
aku tak kuasa hidup berjauhan denganmu
Aku kasip menyadari bahwa
menjadi dewasa itu sulit.
Aku lebih suka menjadi
bidadari kecilmu
Andai bisa, inginku ulang
masa kecil bersamamu
Aku tak ingin melewatkan itu
barang sedetik pun
Aku tak akan mengabaikan
perhatian kecil nan manis
Aku paham ini berat
Aku paham ini rumit
Tapi aku akan berjuang
Aku berjanji tak kan
membuatmu menegak cangkir kekecewaan
Ayah,
Terima kasih atas
kenangan indah yang kian kau ukir
Terima kasih atas
pelajaran kehidupan yang tiada akhir
Terima kasih Ayah
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selamat Hari Ayah. Maaf pa, baru
bisa kasih ini. Maaf jika isinya lebih banyak keluhan bukan hiburan. Maaf Ica
masih sering minta bantuan. Maaf masih sering jadi beban dan merepotkan. Maaf
karena sering mengalami kegagalan. Maaf belum bisa menjadi kebanggaan. Terima
kasih selalu mendukung segala impian. Terima kasih selalu mendukung segala
keputusan. Terima kasih atas segala pengorbanan. Terima kasih selalu menopang
untuk berdiri saat semua orang justru menjatuhkan. Terima kasih atas segalanya.
Semoga suatu hari nanti Ica bisa jadi anak yang Bapak banggakan dan membawa
kebahagiaan. Bapak tetap sosok pria nomor satu dan terhebat di hidup Ica. Ica
sayang Bapak.

Komentar
Posting Komentar